Dalam kegiatan ekspor-impor, pemahaman terhadap Incoterms 2020 menjadi fondasi penting agar transaksi berjalan aman dan efisien.
Banyak buyer baru mengabaikan istilah ini ketika negosiasi harga, padahal setiap istilah menentukan siapa yang menanggung biaya, siapa yang mengurus logistik, hingga siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi kerusakan barang.
Pemahaman yang tepat akan membantu buyer menghindari biaya tak terduga dan memperkuat posisi negosiasi sejak awal.
Pentingnya Mengenal Incoterms 2020 dalam Bisnis Ekspor-Impor
Peran Incoterms dalam Pembagian Risiko
Incoterms 2020 berfungsi sebagai aturan standar internasional yang menjelaskan titik perpindahan tanggung jawab antara eksportir dan importir.
Setiap istilah menentukan pada titik mana risiko beralih dari penjual ke pembeli.
Hal ini memberikan kejelasan dan mengurangi interpretasi yang berbeda selama proses pengiriman.
Buyer yang memahami mekanismenya dapat memperkirakan potensi risiko lebih akurat.
Dampaknya Terhadap Perhitungan Biaya dan Negosiasi
Setiap Incoterms membawa implikasi biaya yang berbeda.
Buyer yang tidak memahami konsep ini cenderung menerima harga supplier tanpa tahu komponen apa saja yang dimasukkan ke dalam penawaran tersebut.
Kejelasan struktur biaya membantu buyer melakukan negosiasi lebih objektif, termasuk membandingkan penawaran dari supplier berbeda dengan fair.
Penjelasan Mendalam Tiga Istilah Utama: EXW, FOB, dan CIF
EXW (Ex Works): Risiko Tinggi untuk Buyer
EXW merupakan istilah yang memberikan tanggung jawab terbesar kepada buyer.
Supplier hanya menyiapkan barang di gudang mereka, dan seluruh proses mulai dari pengambilan hingga pengiriman internasional berada di tangan pembeli.
Istilah ini tampak murah pada awalnya karena harga penawaran lebih rendah, tetapi buyer harus siap menghadapi biaya tambahan dan potensi kendala operasional jika tidak memiliki jaringan logistik yang kuat.
FOB (Free On Board): Pembagian Risiko yang Lebih Seimbang
FOB menjadi pilihan paling umum bagi buyer berpengalaman karena memberikan keseimbangan antara harga dan kendali.
Supplier bertanggung jawab mengurus barang hingga naik ke kapal. Setelah itu risiko beralih ke buyer.
Dengan model ini, buyer tetap punya kontrol atas pengiriman internasional melalui forwarder pilihan mereka, sekaligus menghindari beban koordinasi dari titik awal.
CIF (Cost, Insurance & Freight): Opsi Praktis untuk Pembeli Baru
CIF banyak digunakan oleh buyer yang masih dalam tahap awal memahami logistik internasional.
Supplier mengurus pengiriman hingga pelabuhan tujuan, termasuk biaya dan asuransi minimal.
Buyer mendapatkan kenyamanan karena tidak harus mengatur pengiriman dari pelabuhan asal, meski tetap perlu memahami bahwa biaya pengiriman yang disediakan supplier tidak selalu yang paling kompetitif.
Perbedaan Biaya dan Risiko Berdasarkan Ketiga Incoterms
Titik Serah Barang (Delivery Point)
Setiap istilah memiliki titik serah yang berbeda. EXW berada di gudang supplier, FOB pada saat barang melewati railing kapal, sedangkan CIF tetap pada railing kapal meskipun biaya sudah mencakup pengiriman ke pelabuhan tujuan.
Pemahaman titik serah membantu buyer menentukan kapan risiko berpindah tangan.
Siapa yang Menanggung Biaya Pengiriman
Pada EXW, seluruh biaya ditanggung buyer sejak awal. Pada FOB, biaya hingga kapal menjadi tanggung jawab supplier.
Pada CIF, biaya hingga pelabuhan tujuan menjadi bagian dari penawaran supplier.
Struktur biaya ini memengaruhi perhitungan total landed cost sehingga buyer dapat menentukan pilihan yang paling efisien.
Siapa yang Menanggung Risiko Kerusakan Barang
Risiko berpindah pada titik serah. Buyer yang tidak memahami hal ini sering terkejut saat terjadi kerusakan barang di laut karena mengira biaya CIF sudah termasuk perlindungan penuh. Padahal, asuransi CIF hanya mencakup perlindungan minimum.
Buyer perlu meningkatkan asuransi atau mengatur perlindungan tambahan sesuai kebutuhan barang mereka.
Cara Buyer Mengambil Keputusan Incoterms yang Tepat
Menilai Kapabilitas Freight Forwarder Buyer
Buyer yang memiliki jaringan forwarder kuat dapat memilih EXW atau FOB dengan lebih percaya diri.
Kondisi sebaliknya terjadi jika buyer tidak memiliki pengalaman logistik internasional, sehingga CIF menjadi opsi lebih aman.
Menyesuaikan Pilihan dengan Nilai Barang
Barang bernilai tinggi membutuhkan kontrol logistik yang ketat. FOB dengan asuransi tambahan sering menjadi opsi terbaik.
Barang bernilai rendah dengan volume besar cocok menggunakan CIF untuk mempermudah pengiriman.
Pertimbangkan Jaringan Supplier dan Lokasi Pelabuhan
Supplier yang berada jauh dari pelabuhan utama sering memberikan harga FOB tinggi.
Buyer dapat membandingkan struktur biaya untuk melihat apakah menggunakan forwarder independen akan lebih efisien.
Rekomendasi Praktis untuk Buyer dalam Transaksi Internasional
Cara Meminimalkan Risiko Kerugian
Buyer dapat meminta commercial invoice yang memuat rincian biaya agar tidak terjadi misunderstanding. Dokumentasi yang lengkap mencegah perbedaan persepsi selama proses pengiriman.
Langkah Verifikasi Supplier dan Harga Ongkir
Buyer dapat meminta dua jenis harga: FOB dan CIF. Perbandingan ini menunjukkan transparansi dan membuka ruang negosiasi lebih sehat.
Catatan Penting Saat Menggunakan CIF dari Supplier
Buyer perlu mengetahui forwarder yang digunakan supplier. Forwarder yang tidak responsif dapat menghambat proses pengambilan barang di pelabuhan tujuan dan menimbulkan biaya demurrage.
Kesimpulan
Pemahaman terhadap EXW, FOB, dan CIF membantu buyer membuat keputusan yang lebih terukur.
Setiap istilah membawa implikasi biaya dan risiko yang berbeda, sehingga buyer perlu menilai kebutuhan mereka dengan cermat.
Pengetahuan ini membuat buyer mampu mengatur strategi pengiriman secara lebih efektif dan mengurangi potensi kerugian dalam transaksi internasional.

0 Komentar